Bahasa Indonesia : Tata Cara Mengutip dan Merujuk

MENGUTIP
A.    Pengertian
            Menguntip adalah mengambil gagasan tertulis dari suatu sumber pustaka tertentu untuk kita cantumkan  dalam tulisan atau karya ilmiah kita.
Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seseoarang pengarang, atau ucapan seseorang yang terkenal, baik terdapat dalam buku-buku maupun majalah majalah.


B.     Tujuan Membuat Kutipan
            Seorang penulis karya ilmiah tidak perlu meneliti segala sesuatu yang telah ditulis pada buku-buku, penulis cukup mengutip pendapat atau hal hal yang di anggapnya penting. Kutipan itu sendiri pada sebuah karya ilmiah memiliki beberapa fungsi, yaitu :
1.      Untuk menegaskan isi uraian;
2.      Untuk memperkuat sebuah uraian;
3.      Untuk membuktikan apa yang dikatakan;
4.      Untuk menunjang apa yang di ungkapkan;
5.      Untuk mengadakan sorotan, analisa, atau kritik.


C.     Jenis Kutipan
            Penulis memiliki banyak ragam penggunaan kutipan pada tulisan atau karya ilmiahnya. Ada yang menguntip pendapat orang lain untuk memperkuat atau mendukung gagasan atau pendapat yang ia sampaikan,untuk memperkuat penyususnan simpulan, sebagai simpulan dari pembahasan yang ditulisnya, sebagai paparan pembahasan yakni membentuk uraian saduran.  Sedangkan menurut jenisnya kutipan dapat dibedakan atas kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.

1.      Kutipan langsung
      Kutipan langsung adalah kutipan-kutipan yang meminjam pendapat dengan mengambil secara langsung dan lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat sesuai dengan teks yang asli. Kutipan langsung di bedakan menjadi dua macam yaitu:
a.       Kutipan pendek adalah kutipan yang panjangnya kurang dari 40 kata atau kurang dari 5 baris.
b.      Kutipan panjang adalah kutipan yang berisi dari 40 kata atau lebih atau 5 baris atau lebih.

2.       Kutipan tidak langsung
      Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang meminjam pendapat seseorang pengarang atau tokoh terkenal dengan dikemukakan secara tidak langsung atau dikemukakan dengan menggunakan bahasa penulis sendiri. Termasuk dalam kutipan tidak langsung tersebut adalah kutipan penerjemah, kutipan saduran, kutipan ringkasan, dan kutipan parafrase.

            Dalam mengambil sebuah kutipan, hendaknya kutipan itu jangan terlalu panjang, misalnya satu halaman atau lebih. Bila penulis menganggap perlu memasukkan kutipan yang panjang, maka lebih baik memasukkannya dalam bagian apendiks atau lampiran.
            Ada juga kutipan yang di ambil dari penuturan lisan. Penuturan lisan ini bisa di ambil melalui wawancara atau ceramah-ceramah. Agar nilainya dapat dipertanggungjawabkan maka harus dimintakan pengesahannya dari orang yang bersangkutan.


D.    Prinsip-Prinsip Menguntip

1.      Jangan mengadakan perubahan. Pada waktu melakukan kutipan langsung, pengarang tidak boleh mengubah kata-kata dari teks aslinya.
2.      Bila ada kesalahan. Bila ada kesalahan ejaan pada sebuah kutipan maka penulis tidak dibolehkan untuk memperbaikinya, penulis hanya mengutip sebagaimana adanya.
3.      Menghilangkan bagian kutipan.dalam mengkutip diperkenankan untuik menghilangkan bagian-bagian tertentu dengan syarat tidak sampai mengubah makna aslinya.
4.      Jika kalimat yang dikutip itu tidak menggunakan huruf latin, misalnya memakai huruf Arab, Kanji, Jawa dan sebagainya, terlebih dulu harus diganti dengan huruf latin.
5.      Kutipan yang menggunakan bahasa selain bahasa Inggris harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia terlebih dahulu. Terjemahan itu ditempatkan dibawah kalimat kutipan berjarak dua spasi, dengan cara penulisan yang sama dengan cara penulisan kutipan.
6.      Jika dalam kutipan perlu menghilangkan beberapa kalimat, maka pada bagian tersebut diberi 3 buah titik.
7.      Jika kutipan langsung yang diambil adalah bagian tengah hingga akhir kalimat, maka jumlah titik diawal kalimat menjadi 4buah titik.


E.     Cara-Cara Menguntip
1.      Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris
a.       Kutipan itu diintegrasikan dengan teks;
b.      Jarak antara baris dengan baris diberi dua spasi;
c.       Kutipan tersebut di apit dengan tanda kutip;
d.      Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukan setengah spasi ke atas. Nomor urut penunjukan sesuai dengan nomor urut penunjukan yang terdapat pada catatan kaki.
2.      Kutipan langsung yang lebih dari empat baris
a.       Kutipan itu di pisahkan dari teks dalam jarak 2,5 spasi;
b.      Jarak antara baris dengan baris kutipan satu spasi;
c.       Kutipan itu boleh atau tidak diapit dengan tanda kutip;
d.      Sesudah kutipan selesai diberi nomor penunjuk;
e.       Seluruh kutipan itu dimasukkan ke dalam 5-7 ketikan seperti alenia.
3.      Kutipan tak langsung
a.       Kutipan itu disesuaikan dengan teks;
b.      Jarak antara baris dua spasi;
c.       Kutipan tidak di apit dengan tanda kutip;
d.      Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut
4.      Kutipan pada catatan kaki
a.       Kutipan yang ditempatkan pada catatan kaki , maka ditempatkan dalam spasi rapat, dimasukkan dalam tanda kutip, dan dikutip tepat seperti teks aslinya.
5.      Kutipan atas ucapan lisan
a.       Sumber-sumber ucapan lisan itu dapat dimasukkan langsung dalam teks, dapat pula dimasukkan dalam catatan kaki seandainya akan mengganggu jalannya teks itu sendiri.

F.      Variasi pembuatan kutipan

            Variasi lainnya adalah langsung mulai dengan materi kutipan hingga perhentian terdekat disusul dengan sisipan penjelas tentang ucapan atau pendapat tersebut, untuk mengetahui siapa yang berkata demikian


G.    Tanggung Jawab Penulis

            Menguntip pendapat seseorang, berarti penulis menyetujui pendapat itu. Dengan menyetujui pendapat itu berarti ia bertanggung jawab pula atas kebenarannya, dan bersedia pula memberikan bukti-bukti untuk mempertahankan pendapat itu. Sebab itu penulis harus dengan sungguh sungguh mempertimbangkan kebenaran pendapat yang dikutip itu dari segala sudut.



MERUJUK


            Rujukan adalah kepustakaan yang secra langsung digunakan sebagai sumber informasi, sumber kutipan, atau sumber informasi tambahan mengenai masalah yang sedang dibahas. Penelitian yang menilai baik atau buruk suatu proses atau kondosi atau penelitian action research, operation research, studi evaluasi, dan sejenisnya memerlukan patokan atau standar atau tolak ukur. Dari teori ini akan diperoleh rujukan penelitian. Penulisan rujukan pada sebuah karya ilmiah bersungsi untuk menunjang fakta, konsep, gagasan atau untuk memberikan informasi tentang sumber data, gagasan dan lain-lain yang relevan.
            Yang terpenting dalam penulisan rujukan adalah menerapkan cara secara konsisten. Untuk kepentingan keseragaman, perhatikan ketentuan-ketentuan berikut.
1.      Singkatan ibid. Loc cit, op cit hendaknya tidak digunakan.
2.      Apabila nama pengarang dinyatakan dalam teks, ikutilah nama pengarang dengan tahun terbit dalam kurung.
            ...Pratiwi Soedarmono (1986) mengatakan...
3.      Apabila nama pengarang tidak dinyatakan dalam teks, cantumkan nama akhir pengarang dan tahun terbit dengan tanda koma di antaranya
            ..Beberapa ahli berpendapat (Soedarmono, 1986) bahwa      bioteknologi adalah...
4.      Petunjuk halaman mengikuti tahun terbit, didahului tanda titik dua, tanpa menggunakan singkatan p, pp, h, hlm sebelum nomor halaman
            ...Telah dicatat (Wiryosumanto, 1985:10-11) bahwa...
5.      Dalam kurung dapat dicatat penjelasan ringkas yang bertalian dengan acuan
            ...telah dibuktikan bahwa percobaan itu benar (tetapi untuk percobaan lain lihat Ridsdale, 1976:37)...
6.      Untuk acuan dengan dua pengarang, cantumkan nama akhir kedua pengarang; lebih dari dua pengarang gunakan dkk.
7.      Apabila diperlukan lebih dari satu acuan terhadap pengarang yang sama, gunakan huruf a dan b pada akhir tahun terbit sebagai pembeda
            ...seperti dikemukakan dimuka (Keraf, 2006a) dan kemudian           ditegaskan kembali dalam buku lain (Keraf, 2006b), maka...
8.      Acuan lebih dari satu hendaknya ditulis berturut-turut dalam satu kurung dan dipisahkan dengan tanda titik koma.
            ...seringkali dibuktikan (Cornel,1985; Ridsdale, 1976; Ryder,1981)
9.      Catatan kaki yang memberikan penjelasan tambahan hendaknya dicantukan dibawah halaman tempat nomor catatan dinyatakan dengan jarak setengah spasi.

            Daftar rujukan merupakan daftar yang berisi buku, penelitian artikel, atau bahan lainnya yang dikutip baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal-hal yang harus dituliskan dalam daftar rujukan adalah:
1.      Nama pengarang ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, dan nama tengah tanpa gelar akademik;
2.      Tahun penerbitan;
3.      Judul, termasuk sub-judul;
4.      Tempat penerbitan, dan
5.      Nama penerbit.



DAFTAR PUSTAKA
            Keraf, Gorys. 2004. Komposisi. Flores: Nusa Indah.
            Rahayu, Minto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT Grasindo.
            Kurniawan, Khaerudin. 2012. Bahasa Indonesia Keilmuan untuk Perguruan Tinggi. Bandung: PT Refika Aditama.
            Suyitno, Imam. 2012. Menulis Makalah dan Artikel. Bandung: PT Refika Aditama.
            Djuroto, Toto. 2013. Menulis Artikel dan Katya Ilmiah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Anime : Akame Ga Kill